Showing posts with label * Inspirasi Ibu *. Show all posts
Showing posts with label * Inspirasi Ibu *. Show all posts

Monday, December 14, 2009

Pendidikan Islam untuk anak-anak









Tips diambil dari buku "Pedoman Pendidikan Anak-Anak Dalam Islam" karangan Dr Abdullah Nasih Ulwan.

“Akan kusampaikan dakwah ini, biar sampai ke janin di perut bonda”
~ As-syahid Imam Hasan al-Banna ~

Monday, October 12, 2009

Pedagogi anak Muslim

Seperti yang telah dijanjikan, saya sediakan ringkasan kepada pedagogi anak Muslim yang sangat penting diterapkan pada diri anak-anak kita yang saya petik dari sebuah buku bertajuk ”Pedoman Pendidikan Anak-Anak Dalam Islam” karangan Dr Abdullah Nasih Ulwan. Sama-samalah kita berusaha menunaikan tanggungjawab kita kepada anak-anak amanah dari Allah s.w.t kepada kita sebagai ibubapa. Moga-moga menjadi bekal untuk akhirat kelak.

1) Tanggungjawab Pendidikan Iman
* Membuka kehidupan anak dengan kalimat La Ilaha Illallah (m.s 152)
* Mengenalkan hukum halal dan haram kepada anak (m.s 152)
* Menyuruh anak untuk beribadah pada usia 7 tahun (m.s 153)
* Mendidik anak untuk mencintai Rasul, ahli baitnya dan membaca Al-Quran (m.s 153)

2) Tanggungjawab Moral
* Menjauhkan diri dari peniruan dan taklid buta (m.s 190)
* Larangan bepergian, bersolek, bercampur-baur dan memandang hal-hal yang diharamkan (m.s 198)

3) Tanggungjawab Pendidikan Fizik
* Kewajiban memberi nafkah kepada keluarga dan anak (m.s 219)
* Mencegah diri dari penyakit menular (m.s 222)
* Pengubatan terhadap penyakit (m.s 223)
* Menerapkan dasar “Tidak boleh memberi mudharat dan dimudharatkan” (m.s 224)
i) Gejala merokok
ii) Gejala onani
iii) Gejala minum minuman keras dan dadah
iv) Gejala berzina dan liwat
* Membiasakan anak untuk berolah raga (m.s 225)
* Membiasakan anak untuk zuhud dan tidak tenggelam dalam kenikmatan (m.s 228)
* Membiasakan anak untuk sungguh-sungguh, jantan dan menjauhkan diri dari pengangguran dan penyimpangan (m.s 229)

4) Tanggungjawab Pendidikan Intelektual
* Kewajipan memberi pendidikan @ mengajar (m.s 271)
* Kesedaran “Islam is the Way of Life” (m.s 310)
* Kesihatan intelektual (m.s 321)

5) Tanggungjawab Pendidikan Psikis
* Sifat minder (m.s 325)
* Sifat penakut (m.s 333)
* Sifat rasa rendah diri (m.s 342)
i) Hinaan dan celaan
ii) Pemanjaan yang berlebihan
iii) Membezakan anak
iv) Cacat jasmani
v) Keyatiman
vi) Kemiskinan
* Sifat hasad (m.s 374)
Cara atasi:
i) Memberi rasa cinta kepada anak
ii) Mewujudkan keadilan di tengah anak-anak
iii) Menghilangkan rasa hasad dalam diri
* Sifat pemarah (m.s 381)

6) Tanggungjawab Pendidikan Sosial
Penanaman dasar psikis yang mulia
* Takwa (m.s 392)
* Persaudaraan (m.s 395)
* Kasih sayang (m.s 400)
* Mengutamakan orang lain (m.s 403)
* Pemberian maaf (m.s 406)
* Keberanian (m.s 411)

Memelihara hak-hak orang lain
* Hak terhadap kedua orang tua (m.s 419)
i) Redha Allah ada pada redha mereka
ii) Berbuat baik kepada orang tua lebih utama dibanding jihad di jalan Allah
iii) Mendoakan kedua ibubapa semasa hidup dan setelah mati serta menghormati teman mereka
iv) Mengutamakan berbuat baik kepada ibu dibanding ayah
v) Adab berbuat baik kepada kedua orang tua
vi) Waspada terhadap perbuatan durhaka
* Hak terhadap saudara-saudara (m.s 433)
* Hak terhadap tetangga (m.s 439)
i) Tidak menyakiti tetangga
ii) Melindungi tetangga
iii) Berbuat baik kepada tetangga
iv) Menanggung penderitaan tetangga
* Hak terhadap guru (m.s 450)
* Hak terhadap teman (m.s 460)
i) Mengucapkan salam ketika bertemu
ii) Menjenguk teman ketika sakit
iii) Mendoakan ketika bersin
iv) Menziarahi di jalan Allah
v) Menolong ketika kesempitan
vi) Memenuhi undangannya ketika diundang
vii) Memberikan ucapan selamat dalam beberapa kesempatan
viii) Saling memberi hadiah dalam beberapa kesempatan
* Hak terhadap orang lebih tua (m.s 469)
i) Mendudukkan orang yang lebih tua pada layaknya
ii) Mendahulukan orang yang lebih tua dalam segala permasalahan
iii) Melarang anak meremehkan orang yang lebih tua
- Rasa malu
- Berdiri menyambut orang yang datang
- Mencium tangan orang yang lebih tua

Melaksanakan adab-adab sosial
* Adab makan dan minum (m.s 480)
i) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
ii) Membaca Basmalah sebelum makan dan Hamdalah sesudahnya
iii) Tidak mencela makanan yang disajikan kepadanya
iv) Makan dengan tangan kanan dan ambil makanan yang dekat
v) Jangan makan sambil bersandar
vi) Dianjurkan berbincang ketika makan
vii) Mendoakan tuan rumah sesudah makan
viii) Mengutamakan orang yang lebih tua
ix) Jangan mensia-siakan nikmat
x) Dianjurkan membaca Basmalah dan Hamdalah serta minum dengan tiga kali teguk
xi) Makruh minum dari mulut goci
xii) Makruh bernafas di dalam minuman
xiii) Dianjurkan duduk ketika minum dan makan
xiv) Dilarang minum dari bejana yang diperbuat dari emas dan perak
xv) Dilarang makan dan minum terlalu kenyang

* Adab memberi salam (m.s 487)
i) Syariat tentang salam
ii) Cara-cara memberi salam
iii) Mengajarkan adab salam
iv) Melarang memberi salam dengan ungkapan seperti yang dipergunakan orang lain
v) Pendidik harus mulai memberi salam kepada anak-anak
vi) Mengajar anak untuk memberi salam kepada non-muslim dengan kata-kata ”Wa’ ’alaikum”
vii) Mengajar anak bahawa memulai salam adalah sunat sedangkan menjawabnya adalah wajib

* Adab meminta izin (m.s 492)
i) Memberi salam kemudian meminta izin
ii) Memberitahu nama, sifat atau kedudukan
iii) Meminta izin 3 kali
iv) Jangan mengetuk pintu dengan keras
v) Menjauh dari pintu ketika meminta izin
vi) Jika tuan rumah memerintahkan pulang

* Adab di dalam majlis (m.s 498)
i) Berjabat tangan orang yang ditemui di dalam majlis
ii) Duduk di tempat yang telah dikhususkan tuan rumah untuknya
iii) Duduk terlentang di hadapan khalayak
iv) Dilarang duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya
v) Orang yang datang terakhir duduk di tempat terakhir
vi) Dilarang dua orang berbisik di depan orang ketiga dalam satu majlis
vii) Meminta izin sebelum keluar dari majlis
viii) Membaca doa kifarat majlis ”Maha suci Engkau ya Allah, dan aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

* Adab berbicara (m.s 503)
i) Berbicara dengan bahasa yang fasih
ii) Berbicara perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa
iii) Dilarang memaksakan diri untuk fasih berbicara
iv) Pembicaraan harus dapat difaham
v) Jangan mempersingkat atau memanjangkan pembicaraan
vi) Memerhatikan sepenuhnya kepada pembicara
vii) Pandangan pembicara sepenuhnya kepada para hadirin
viii) Memberi kelonggaran kepada hadirin ketika dan setelah berbicara

* Adab bergurau (m.s 510)
i) Tidak berlebihan
ii) Dilarang menyakiti seseorang dalam bercanda
iii) Menghindarkan kebohongan dan kebatilan

* Adab mengucapkan selamat (m.s 516)
i) Menampakkan kegembiraan dan perhatian ketika mengucapkan selamat
ii) Mengucapkan selamat secara sopan dengan lembut doa-doa
- Ucapan selamat untuk wanita yang melahirkan
- Ucapan selamat untuk orang yang baru datang dan berpergian
- Ucapan selamat untuk orang yang baru pulang berjihad
- Ucapan selamat untuk orang yang baru pulang Haji
- Ucapan selamat untuk orang yang baru melangsungkan akad nikah
- Ucapan selamat pada Hari Raya
- Ucapan selamat untuk orang yang berbuat baik
iii) Mengucapkan selamat dengan saling memberi hadiah

* Adab menjenguk orang sakit (m.s 524)
a) Bersegera menjenguknya
b) Lama menjenguk si sakit
c) Mendoakan orang sakit ketika menjenguk
d) Anjuran bertanya kepada keluarga si sakit tentang keadaannya
e) Anjuran kepada penjenguk untuk duduk dekat di kepada si sakit
f) Anjuran menenangkan jiwa si sakit dengan kesembuhan dan usia panjang
g) Anjuran kepada penjenguk untuk meminta doa dari si sakit
h) Mengingatkannya dengan La Ilaha Illallah jika ajal hampir tiba

* Adab Takziah (m.s 531)
a) Hendaknya mengucapkan Atsar (jika mungkin) ‘Innalillahi Wainna Ilaihiraji’un’
b) Anjuran membuat makanan untuk keluarga si mati
c) Menampakkan dukacita kepada keluarga si mati
d) Memberi nasihat yang makruf ketika melihat yang mungkar

* Adab bersin dan menguap (m.s 536)
a) Mengucapkan Hamdalah, Rahmah dan Hidayah
b) Jangan mendoakan orang bersin apabila dia tidak mengucapkan ’Alhamdulillah’
c) Menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan dengan merendahkan suara
d) Mendoakan sampai tiga kali
e) Mendoakan non-muslim dengan ’Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu.’
f) Dilarang mendoakan wanita muda yang bukan muhrim
g) Mencegah menguap seboleh mungkin
h) Menutup mulut dengan tangan jika menguap
i) Makruh mengeraskan suara ketika menguap

Pengawasan dan kritik sosial
* Memelihara pendapat umum adalah satu kewajipan sosial (m.s 544)

* Dasar-dasar yang berlaku dalam pemeliharaan ini (m.s 549)
a) Perbuatan harus sesuai dengan firman Allah dan sabda Rasulullah
b) Kemungkaran yang dicegahnya itu harus telah disepakati keingkarannya oleh para ulama’
c) Tahapan di dalam menentang kemungkaran
d) Harus bersifat lembut dan berakhlak baik
e) Sabar dalam menghadapi penganiayaan

* Selalu mengingat sikap-sikap para salaf

7) Tanggungjawab Pendidikan Seksual
* Adab meminta izin (m.s 573)
* Adab memandang (m.s 575)
a) Adab memandang muhrim
- Wanita-wanita muhrimat kerana pertalian keturunan
- Wanita-wanita muhrimat kerana pertalian perkahwinan
- Wanita-wanita muhrimat kerana penyusuan
b) Adab memandang wanita yang dilamar
c) Adab memandang isteri
d) Adab memandang wanita lain
e) Adab lelaki memandang lelaki
f) Adab wanita memandang wanita
g) Adab wanita kafir memandang wanita muslimah
h) Adab memandang anak muda yang belum tumbuh janggutnya
i) Adab wanita memandang lelaki lain
j) Adab memandang aurat anak kecil
k) Keadaan terpaksa yang membolehkan memandang

Sunday, October 4, 2009

Tanggungjawab bersama

Imam Al-Ghazali pernah berkata... "“Apabila kita hendak melihat wajah negara pada masa hadapan, lihatlah generasi mudanya pada hari ini. Sekiranya golongan muda pada hari ini adalah dari kalangan yang berakhlak dan berhemah tinggi, tentunya negara kita akan datang adalah sebuah negara yang aman makmur – baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur. Akan tetapi jika keadaan adalah sebaliknya maka bersedialah untuk berhadapan dengan kemungkinan buruk yang akan berlaku."

Aduh... risau sungguh saya mengenangkan kata-kata ni. Alangkah bagusnya juga jika dapat diselidik-selidik ke mana hala tuju pemuda-pemudi harapan ummah pada masa ini???

Harapnya tidak begini...


Foto: puadede.com

Atau beginikah...?


Ehh... bau apakah itu...?

Saya mengingatkan diri saya sendiri... ibu kepada anak-anak generasi pewaris pada pesanan-pesanan 'empunya diri dan diri-diri'...

“Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan; dan demi sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Oleh itu, tidakkah kamu mahu berfikir?” (Surah Al-An’am: 32).

“Sedarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu sentiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya. Dan kamu tidak menghiraukan (bekalan untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya).” (Surah Al-Qiamah: 20-21).


Atas kesedaran bahawa...
Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya." (Hadith Sahih - Riwayat Muslim dan lain-lainnya)

Makanya, sukalah saya berkongsi sedikit inspirasi dalam mendidik anak-anak kita yang mungkin boleh dimanfaatkan oleh sahabat-sahabat yang mengunjungi ke blog ini dalam melaksanakan tanggungjawab kita ke atas anak-anak kita yang merupakan amanah Allah s.w.t yang dipinjamkan seketika kepada kita kerana Allah pencipta diri-diri kita ini telahpun berpesan...

”Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak menderhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At-Tahrim: 6)

Supaya tidaklah kita dan anak-anak kita menjadi manusia-manusia yang dalam kerugian ketika tiba masa kita pulang mengadap Allah s.w.t semula kelak. Ajal tiba sekelip mata dan tanpa disangka... Bukti banyak di depan mata kecuali mata kita tidak digunakan sebaiknya...

TANGGUNGJAWAB PENDIDIKAN IMAN KEPADA DIRI DAN ANAK-ANAK

PELAJARAN 1: DARI MANA NAK KE MANA?

Apakah manusia terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptanya?


"Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahawa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati)." (Surah Yaasin: 77)

Apa tanggungjawab manusia kepada Tuhan yang mencipta dirinya?

"Sesungguhnya aku jadikan manusia sebagai khalifah di bumi." (Surah Al-Baqarah: 30)

“Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk pengabdian kepadaKu. Aku tidak mengkehendaki rezeki sedikitpun daripada mereka dan Aku tidak mengkehendaki supaya mereka memberi Aku makan.”(Surah az-Zariyat: 56-57)

“Maka apakah kamu mengira bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja-saja) dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arasy yang mulia”.(Surah Al-Mukminun: 115-116)

"Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya." (Surah Hud: 61)


Begitulah...

PELAJARAN 2: TEMAN KEMBARA HIDUP MANUSIA

ANALOGI LAMPU TRAFIK

Apa akan terjadi jika tiada lampu trafik di persimpangan jalan?

Akan berlaku kesesakan atau kemalangan.

Apa sebabnya?
Manusia secara kejadiannya perlukan satu peraturan dalam mengurus kehidupannya.

Lampu trafik – peraturan manusia
Al-Quran – peraturan Allah

Persimpangan jalan = liku-liku kehidupan manusia

Iktibarnya...
Seringnya kita manusia lebih mudah mengikut peraturan manusia kerana sedar akan akibat ’hukuman segera’ jika melanggar sesuatu kesalahan itu seperti hukuman mati, hukuman penjara atau hukuman sebat sedangkan peraturan Allah s.w.t yang mencipta diri-diri kitalah yang sepatutnya diutamakan, dihayati dan diikuti.

Realitinya kita lebih takutkan hukuman manusia berbanding hukuman Tuhan kerana yang mengawasinya kelihatan di mata kasar manusia... polis, cctv... begitulah kita manusia... sukar melihat dengan 'mata hati'.

ANALOGI SANG PENGEMBARA

Seorang pengembara perlu sampai ke destinasi yang tak pernah dilalui. Apakah teman kembara yang perlu dibawa bersama jika tidak mahu tersesat?

Destinasi = alam akhirat
Kompas, peta = panduan Al-Quran

Sambungannya... senarai pengajaran yang perlu diterapkan di dalam setiap diri anak-anak Muslim yang saya rujuk dari sebuah buku bertajuk ”Pedoman Pendidikan Anak-Anak Dalam Islam” karangan Dr Abdullah Nasih Ulwan.

Saturday, August 8, 2009

Iktibar dari Bumi Palestin



26 Disember 2008 yang lalu… Penduduk Palestin telah dizalimi lagi untuk kesekian kalinya. Kekejaman yang dilakukan oleh LAKNATULLAH REGIM ZIONIS ke atas penduduk Palestin kali ini entah kenapa telah benar-benar mencetus rasa kepedulian yang amat tinggi dalam diri ini ke atas nasib yang menimpa penduduk Palestin. Masakan tidak... Melihat wajah anak-anak comel yang menahan kesakitan dan tubuh-tubuh kecil yang terbujur kaku amat meremukkan jiwa keibuan diri ini. Wajah-wajah mereka bersilih ganti dengan wajah-wajah permata hati kesayangan diri ini. Tidak betah rasanya untuk sekadar melihat sahaja apa yang berlaku... sesuatu perlu dilakukan!





Maka bermulalah satu usaha kecil yang tak seberapa... pencarian sebanyak mungkin maklumat mengenai asal-usul konflik di Palestin dan punca permasalahannya telah menemukan diri ini dengan suatu cetusan kesedaran yang amat tidak ternilai harganya!

Iktibar 1
Betapa rupa-rupanya Al-Quran itu telahpun memberi petunjuk-petunjuk hidup yang amat jelas bagi manusia menempuh kehidupan yang serba misteri ini... Faham benarlah diri ini sekarang dari mana datangnya kesabaran, keteguhan pendirian dan jati diri penduduk Palestin walau dihentam sedemikian rupa...

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Surah Al-Ankabut, ayat 2-3)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman.” (Surah Ali ‘Imran, ayat 139)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka…” (Surah At-Taubah, ayat 111)

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” (Surah Ali ‘Imran, ayat 200)

“Sesungguhnya Kami akan menimpakan cubaan ke atas kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, iaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn.” (Surah al-Baqarah [2]: 155- 156).

Iktibar 2
Betapa dengan runtuhnya sistem kekhalifahan yang mentadbir kehidupan manusia berlandaskan Al-Quran dan Sunnah yang diusahakan pihak musuh itu telah berjaya melemahkan kesatuan umat Islam seluruh dunia. Jika dahulu umat Islam bersatupadu dan saling membantu di bawah bendera Khalifah Islam tapi kini umat Islam dipecah belahkan melalui pelbagai ideologi-ideologi buatan manusia.

”Dan orang-orang yang kafir, setengahnya menjadi penyokong dan pembela bagi setengahnya yang lain. Jika kamu (wahai umat Islam) tidak menjalankan (dasar bantu-membantu sesama sendiri yang diperintahkan oleh Allah) itu, nescaya akan berlakulah fitnah (kekacauan) di muka bumi dan kerosakan yang besar.” (Surah Al-Anfaal: 73)

Inilah kesannya...





Setelah itu maka bermulalah era ”Kau jaga negara/negeri/keluarga/diri kau dan aku jaga negara/negeri/keluarga/diri aku sendiri! Jangan masuk campur! Jaga tepi kain sendiri, jangan jaga tepi kain orang!” Strategi CONQUER AND DIVIDE mereka nampaknya berkesan!!!





Penerapan ideologi ciptaan manusia bongkak yang tidak mahu menerima sistem nilai kehidupan yang telah ditentukan oleh Pencipta diri mereka telah berjaya menyusup ke dalam minda-minda manusia yang leka!

Faham benarlah kini kenapa pihak musuh berusaha benar meruntuhkan SISTEM KHALIFAH dan melalaikan manusia dari mendekati dan mendalami Al-Quran... Kerana ajaran di dalam Al-Quran tidak memenuhi kehendak mereka yang inginkan kekuasaan dan tamakkan keduniaan sedangkan sistem nilai kehidupan yang telah diajar di dalam Al-Quran menegah manusia dari melakukan kerosakan di muka bumi ini malah lebih mendorong manusia ke arah membuat kebaikan dan menikmati kesejahteraan dan kemakmuran hidup...

”Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan.” (Surah Al-Baqarah: 11)

”...Makanlah dan minumlah kamu dari rezeki Allah itu dan janganlah kamu merebakkan bencana kerosakan di muka bumi.” (Surah Al-Baqarah: 60)

”...berusahalah dia di bumi, untuk melakukan bencana padanya dan membinasakan tanaman-tanaman dan keturunan (binatang ternak dan manusia; sedang Allah tidak suka kepada bencana kerosakan.” (Surah Al-Baqarah: 205)

”Dengan sebab (kisah pembunuhan kejam) yang demikian itu kami tetapkan atas Bani Israil, bahawasanya sesiapa yang membunuh seorang manusia dengan tiada alasan yang membolehkan membunuh orang itu atau (kerana) melakukan kerosakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia semuanya dan demi sesungguhnya, telah datang kepada mereka Rasul-rasul kami dengan membawa keterangan yang cukup terang; kemudian, sesungguhnya kebanyakan dari mereka sesudah itu, sungguh-sungguh menjadi orang-orang yang melampaui batas (melakukan kerosakan) di muka bumi.” (Surah Al-Maaidah [5]: 32)

”...Tiap-tiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka pula terus-menerus melakukan kerosakan di muka bumi, sedang Allah tidak suka kepada orang-orang yang melakukan kerosakan.” (Surah Al-Maaidah [5]: 64)

”Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya...” (Surah Al-A’raaf : 56)

”...dan janganlah kamu berbuat kerosakan di muka bumi sesudah Allah menjadikannya (makmur teratur) dengan sebaik-baiknya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika betul kamu orang-orang yang beriman.” (Surah Al-A’raaf : 85)

Iktibar 3



Betapa rupa-rupanya musuh telah berjaya melemahkan minda dan jati diri umat Islam melalui AGENDA PERANG SARAF mereka di media-media perantaraan mereka... bahan bacaan, TV, Internet serta aktiviti-aktiviti yang melalaikan. Bukti nyata di depan mata... bukan sedikit bilangan pemuda pemudi Islam warisan ummah kini yang lebih cintakan keseronokan dan hiburan semata-mata hingga terlupa dirinya punya tanggungjawab yang diamanahkan kepadanya oleh yang mencipta diri bahawa...

..."Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi"... (Surah Al-Baqarah 2:30)

”Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.” (Surah az-Zariyat 51: 56)

Dia lah yang menjadikan kamu dari bahan-bahan bumi, serta menghendaki kamu memakmurkannya. (Surah Hud 11: 61)

”....Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.” (Surah Al-An’aam 6:162)

Terima kasih wahai Palestina kerana mencetuskan kesedaran ini... semoga Allah merahmati kalian... Buat mereka yang telah ’pulang’, kekal berbahagialah kalian di sisiNya. Doakan diri ini juga agar dapat meneladani keperibadian kalian... Amin...

Dengan itu... inilah jihad kecil diri ini buatmu saudaraku Palestina... mengajak diri sendiri memperbaiki diri dan mengajak ibu-ibu Muslim yang lain bersama untuk beriltizam membentuk generasi Al-Quran agar generasi ini pada suatu masa kelak menjadi barisan para pemimpin yang teguh jati diri mereka menegakkan daulah Khalifah Islam sebagaimana yang diperjuangkan oleh Allahyarhamah Zainab Al-Ghazali. Semuanya kerana diri ini perlu berbuat sesuatu. Semoga Allah menerima jihad yang teramat kecil ini...
"...Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekelian alam”. (Surah al-An’am: 162)

Masih ada yang mengingatimu...

LONG LIVE PALESTINE! FREE, FREE GAZA!